
19 October 2026
Kras - Pergantian kepemimpinan OSIS bukan sekadar tentang siapa yang terpilih, melainkan tentang harapan baru, semangat perubahan, dan komitmen untuk membawa sekolah menjadi lebih baik. Terpilihnya Akbar Karunia sebagai Ketua OSIS periode 2027 menjadi awal perjalanan baru untuk menghadirkan organisasi siswa yang aktif, aspiratif, dan mampu menjadi wadah pengembangan potensi seluruh siswa.
Di balik kemenangan tersebut, tersimpan rasa bahagia, syukur, sekaligus kesadaran akan tanggung jawab besar yang kini harus diemban. Saat diwawancarai setelah dinyatakan terpilih, Akbar mengaku merasa cukup terkejut ketika namanya diumumkan. Namun, rasa senang dan syukur segera menyertai kesadarannya bahwa kepercayaan yang diberikan kepadanya harus dijalankan dengan sebaik-baiknya.
“ Saya merasa agak kaget, senang, dan bersyukur karena telah diberi kepercayaan untuk menjadi ketua OSIS. Namun, di balik semua itu, saya sadar bahwa jabatan ini memiliki tanggung jawab besar yang harus saya jalankan dengan sebaik-baiknya,” ungkapnya.
## Memulai dengan Mendengar dan Bekerja Sama
Bagi Akbar, langkah awal dalam 100 hari pertama kepemimpinannya bukan sekadar menjalankan program kerja, melainkan memperkuat fondasi organisasi. Ia berencana membangun kerja sama yang solid di antara pengurus OSIS sekaligus membuka ruang bagi siswa untuk menyampaikan aspirasi dan gagasan mereka.
Menurutnya, program OSIS yang baik harus mampu menjawab kebutuhan siswa dan memberikan manfaat nyata bagi kehidupan sekolah. Karena itu, mendengarkan menjadi salah satu langkah penting sebelum bergerak mewujudkan berbagai program yang telah direncanakan.
Komitmen tersebut menunjukkan bahwa kepemimpinan bukan hanya tentang memberikan arahan, tetapi juga tentang kesediaan untuk mendengar, memahami, dan bekerja bersama demi mencapai tujuan bersama.
## Debat Kampanye, Ujian Keberanian dan Kepercayaan Diri
Perjalanan menuju kursi ketua OSIS tentu tidak terlepas dari berbagai tantangan. Di tengah proses kampanye yang cukup ketat, Akbar mengungkapkan bahwa sesi debat menjadi momen paling menantang baginya.
Menghadapi pertanyaan dan menyampaikan jawaban dengan baik di hadapan orang lain bukanlah perkara mudah. Rasa gugup menjadi tantangan tersendiri yang harus ia atasi. Namun, pengalaman tersebut justru menjadi kesempatan berharga untuk belajar lebih percaya diri dan berani mengemukakan pendapat.
Dari proses itu, Akbar memahami bahwa menjadi seorang pemimpin membutuhkan keberanian untuk menghadapi tantangan, kesiapan menerima pertanyaan, serta kemampuan menyampaikan gagasan secara jelas dan bertanggung jawab.
Pengalaman kampanye pun menjadi bekal penting baginya untuk menjalankan amanah kepemimpinan pada periode mendatang.
## Bukan Sekadar Jabatan, tetapi Kesempatan untuk Berkontribusi
Keinginan memberikan kontribusi positif bagi sekolah menjadi motivasi utama Akbar untuk maju sebagai calon ketua OSIS. Ia ingin membawa OSIS menjadi organisasi yang lebih baik sekaligus membantu siswa mengembangkan bakat dan minat yang mereka miliki.
Baginya, OSIS juga harus menjadi ruang bagi siswa untuk menyampaikan aspirasi, mengembangkan kreativitas, serta terlibat aktif dalam berbagai kegiatan positif di sekolah.
Dalam menggambarkan gaya kepemimpinannya, Akbar memilih tiga kata: Demokratis, Kolaboratif, dan Bertanggung jawab.
Ketiga prinsip tersebut menjadi gambaran arah kepemimpinan yang ingin ia bangun. Demokratis berarti menghargai pendapat dan aspirasi, kolaboratif berarti mengutamakan kerja sama, sedangkan bertanggung jawab berarti berkomitmen menjalankan kepercayaan yang telah diberikan.
Harapannya, kepengurusan OSIS periode 2027 dapat menjadi tim yang solid, terbuka terhadap ide-ide baru, dan mampu menghadirkan kegiatan yang bermanfaat bagi seluruh warga sekolah.
## Mengajak Seluruh Warga Sekolah Bergerak Bersama
Menutup wawancara, Akbar menyampaikan pesan penuh semangat kepada seluruh warga sekolah. Ia mengajak para siswa untuk tidak takut mencoba hal baru, terus mengembangkan potensi diri, dan saling mendukung demi kemajuan sekolah.
“Mari kita bersama-sama membuat sekolah menjadi lebih baik. Jangan takut untuk mencoba hal baru dan mengembangkan potensi diri. Saya berharap kita bisa saling mendukung dan bekerja sama demi kemajuan sekolah kita,” pesannya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kemajuan sekolah bukan hanya tanggung jawab ketua dan pengurus OSIS, melainkan hasil dari keterlibatan seluruh warga sekolah. Dukungan, ide, dan partisipasi siswa akan menjadi kekuatan penting dalam mewujudkan berbagai harapan bersama.
Terpilihnya Akbar sebagai Ketua OSIS periode 2027 pun menjadi awal dari sebuah perjalanan yang penuh peluang untuk belajar, bertumbuh, dan berkontribusi. Kini, tantangan sesungguhnya adalah menerjemahkan gagasan menjadi aksi nyata, serta menjadikan kepercayaan sebagai motivasi untuk terus berbuat yang terbaik.
Sebab, pemimpin yang baik bukan hanya mereka yang berhasil terpilih, melainkan mereka yang mampu mengajak orang lain tumbuh dan bergerak bersama menuju perubahan yang lebih baik.
